
Ponorogo – Di sebuah rumah sederhana di Gang Jaksa Agung 1, Kelurahan Mangkujayan, Ponorogo, tinggal seorang pemuda bernama Avan Ferdiansyah Hilmi. Usianya baru 19 tahun, namun prestasinya telah melampaui keterbatasan yang selama ini membelenggu keluarganya. Ayahnya seorang pedagang makanan keliling, ibunya penjual minuman rumahan. Tak ada kemewahan, tapi ada tekad besar di balik dinding rumah yang rapuh itu.
Avan tak pernah mengikuti les privat. Ia belajar sendiri, dengan semangat dan rasa ingin tahu yang kuat. Sejak kelas 2 SD, piala demi piala dari lomba Matematika dan Sains terus berdatangan, memenuhi ruang tamu yang sempit. Kini, jerih payahnya terbayar. Ia berhasil lolos ke Institut Teknologi Bandung (ITB) lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), membuat namanya viral dan diperbincangkan banyak orang.
Namun, di balik sorotan itu, realitas hidup tak semudah membalikkan tangan. Keluarga Avan tak masuk dalam Daftar Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tak ada Kartu Indonesia Pintar (KIP), tak ada Kartu Indonesia Sehat (KIS). Semua biaya sekolah selama ini ditanggung mandiri, dari hasil jualan makanan dan minuman orang tuanya.
Kabar ini pun sampai ke telinga Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko. Menyadari perjuangan dan potensi besar Avan, ia segera mengundang pemuda itu dan keluarganya ke rumah dinas di Pringgitan, Minggu, 13 Juli 2025. Kang Giri, sapaan akrab Bupati, mengaku bangga sekaligus terharu. Baginya, Avan adalah simbol perjuangan pemuda yang tak menyerah pada keadaan.
Dalam pertemuan itu, Bupati menyatakan komitmennya untuk membiayai penuh kuliah Avan di ITB. Kehangatan dan haru menyelimuti pertemuan tersebut. Umi Latifah, sang ibu, hanya bisa menitikkan air mata syukur. Ia tak pernah membayangkan bahwa perjuangan anak sulungnya akan membuka pintu-pintu kebaikan dari berbagai arah.
Lurah Mangkujayan, Khoirul Anam, yang turut mendampingi pertemuan itu, berharap agar dukungan ini menjadi awal yang baik, bukan hanya bagi Avan, tetapi juga bagi anak-anak lain yang tumbuh dalam keterbatasan namun memiliki mimpi yang tinggi.(pat/taa)